Durasi menginap menjadi salah satu indikator penting dalam melihat daya tarik suatu destinasi wisata. Semakin lama wisatawan bertahan, semakin besar kemungkinan daerah tersebut menawarkan pengalaman yang menarik dan berkesan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata turis asing menginap selama 2,48 malam pada Februari 2026, sedikit berkurang dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,67 malam.
Dari banyaknya destinasi wisata di Indonesia, Papua Barat mencatatkan lama menginap paling lama, dengan rata-rata mencapai 8,53 malam. Angka ini jauh melampaui provinsi lain, mengindikasikan daya tarik wisata alam yang kuat serta karakter perjalanan yang cenderung eksploratif.
Baca Juga: Simak Destinasi Favorit Wisatawan Nasional Awal 2026
Di posisi berikutnya, Papua Pegunungan mencatat 3,93 malam, disusul Papua Tengah dengan 3,68 malam. Dominasi wilayah Papua menunjukkan kekuatan destinasi di kawasan timur Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri, membuat wisatawan asing bertahan lebih lama.
Selanjutnya, Riau berada di posisi keempat dengan 3,07 malam, diikuti Kepulauan Bangka Belitung sebesar 3,03 malam. Kedua wilayah ini dikenal dengan kombinasi wisata alam dan budaya yang menarik.
Di Pulau Jawa, Jawa Barat mencatat rata-rata 2,88 malam, sedikit di atas Bali yang berada di angka 2,87 malam. Meski Bali terkenal sebagai destinasi utama wisata internasional, durasi tinggalnya relatif lebih singkat dibanding beberapa daerah lain dalam daftar ini.
Kemudian, Sulawesi Utara mencatat 2,68 malam, diikuti Kalimantan Tengah dengan 2,62 malam, serta Papua sebesar 2,56 malam.
Untuk tamu domestik, Papua Tengah jadi provinsi paling bikin betah, dengan rata-rata menginap 3,3 malam pada Februari 2026. Sementara itu, Bali bertengger di urutan kedua dengan 2,43 malam, disusul Papua Barat (2,06 malam), Papua Selatan (1,94 malam), dan Aceh (1,89 malam).
Baca Juga: 10 Provinsi Paling Doyan Jalan-Jalan Awal 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/04/01/2558/perkembangan-pariwisata.html