5 Aplikasi Paylater Langganan Publik RI

SPayLater jadi layanan paylater paling populer, digunakan oleh 3 dari 4 pengguna di tengah meningkatnya tren kredit digital.

Layanan Paylater Langganan Publik RI

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Penggunaan fitur paylater dalam ekosistem e-wallet di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Kemudahan akses kredit instan tanpa kartu menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi digital. Dalam lanskap ini, beberapa platform mulai terlihat mendominasi preferensi pengguna.

Survei terbaru yang dirilis Jakpat pada 7 April 2026 mengungkap bahwa SPayLater menjadi layanan paylater paling banyak digunakan di Indonesia. Dari total 296 responden pengguna fitur paylater, sebanyak 76% mengaku menggunakan SPayLater, menjadikannya pilihan utama di antara berbagai platform yang tersedia.

Baca Juga: 55% Publik Indonesia Pernah Gunakan Paylater, Milenial Tertinggi

Dominasi SPayLater juga terlihat kuat di seluruh kelompok generasi, terutama Gen Z dengan tingkat penggunaan mencapai 84%. Angka ini menunjukkan bahwa generasi muda menjadi pendorong utama adopsi layanan paylater, seiring dengan gaya hidup digital dan kebutuhan transaksi yang serba cepat.

Di posisi kedua, GoPayLater mencatat tingkat penggunaan sebesar 42%. Platform ini cukup kompetitif, khususnya di kalangan Milenial dan Gen X, dengan hampir setengah responden dari kedua kelompok tersebut menggunakannya. Hal ini menunjukkan bahwa layanan paylater tidak hanya diminati generasi muda, tetapi juga mulai diadopsi oleh kelompok usia yang lebih matang.

Sementara itu, layanan CICIL dari aplikasi DANA berada di posisi berikutnya dengan 25% pengguna, diikuti OVO PayLater dengan 16% serta LinkAja yang mencatat angka terendah sebesar 7%. Perbedaan angka ini mengindikasikan adanya konsentrasi pasar pada beberapa platform utama, sementara pemain lain masih berupaya meningkatkan daya tariknya.

Survei ini juga menegaskan bahwa sekitar 3 dari 4 pengguna paylater memilih SPayLater, mencerminkan dominasi yang cukup signifikan di pasar. Faktor seperti kemudahan akses, integrasi dengan platform e-commerce, serta fleksibilitas pembayaran menjadi alasan utama di balik popularitasnya.

Pengumpulan data dilakukan pada 14 hingga 21 November 2025 dengan margin of error di bawah 5% dan disesuaikan dengan proporsi populasi pengguna internet di Indonesia.

Temuan ini menunjukkan bahwa layanan paylater semakin menjadi bagian dari kebiasaan finansial masyarakat Indonesia. Namun, di tengah kemudahan yang ditawarkan, literasi keuangan tetap menjadi aspek penting agar penggunaan layanan ini tetap sehat dan terkendali.

Baca Juga: Ini Perbedaan Cara Milenial dan Gen Z Gunakan Paylater

Sumber:

https://insight.jakpat.net/e-wallet-consumer-patterns-by-generation/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook