Berdasarkan data PLN per Juni 2026, terdapat sepuluh pembangkit energi terbarukan yang menjadi pemasok Renewable Energi Certificate (REC) di Indonesia. Pembangkit-pembangkit tersebut memanfaatkan dua sumber energi utama, yakni tenaga air dan panas bumi, yang kemudian menghasilkan listrik bersih untuk dikonversi menjadi sertifikat REC.
Melansir ZONAEBT, REC merupakan instrumen yang memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan listrik berbasis energi terbarukan, tanpa perlu membangun pembangkit EBT secara mandiri. Setiap 1 REC yang dibeli perusahaan setara 1 MWh listrik bersih.
Baca Juga: Tren Penjualan Renewable Energy Certificate 2021-2025
Dari sisi kapasitas, PLTA Cirata di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi pembangkit terbesar dalam daftar dengan kapasitas mencapai 1.008 MW. Angka tersebut jauh melampaui pembangkit lainnya, termasuk PLTA Saguling di Kabupaten Bandung Barat yang memiliki kapasitas 700 MW. Sementara itu, PLTA PB. Soedirman di Kabupaten Banjarnegara menempati posisi berikutnya dengan kapasitas 180 MW.
Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak menyumbang pembangkit pemasok REC. Tiga pembangkit dalam daftar berlokasi di provinsi ini, yaitu PLTA Cirata, PLTA Saguling, dan PLTP Kamojang. Selain itu, pembangkit pemasok REC juga tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Lampung, Jambi, dan Jawa Tengah hingga Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, serta Nusa Tenggara Timur.
Jika dilihat dari sumber energinya, tenaga air mendominasi daftar dengan enam pembangkit, termasuk PLTA dan PLTM. Sementara itu, empat pembangkit lainnya memanfaatkan energi panas bumi, yaitu PLTP Ulumbu, Lahendong, Ulubelu, dan Kamojang.
Sebaran pembangkit tersebut menunjukkan bahwa sumber energi terbarukan Indonesia tidak terpusat di satu wilayah saja. Dengan memanfaatkan potensi air dan panas bumi yang tersebar di berbagai daerah, pasokan REC dapat menjadi salah satu instrumen yang mendukung percepatan transisi energi sekaligus membantu perusahaan memenuhi target keberlanjutan mereka.
Baca Juga: Indeks Ketahanan Energi Indonesia Kembali Naik pada 2024
Sumber:
https://layanan.pln.co.id/geas/pembangkit