Perempuan Usia 26-40 Paling Rentan Jadi Korban Femisida
Sosial • 17 Oktober 202528,7% korban femisida berusia 26-40 tahun, diikuti 25,4% dari kelompok usia 18-25 tahun, menjadikanya kelompok paling rentan menjadi korban
28,7% korban femisida berusia 26-40 tahun, diikuti 25,4% dari kelompok usia 18-25 tahun, menjadikanya kelompok paling rentan menjadi korban
Sebanyak 50,55% ibu Indonesia memilih bidan sebagai penolong persalinannya, lebih banyak daripada dokter kandungan dengan angka 44,42%
Hidangan tamu jadi prioritas utama publik perempuan dalam mempersiapkan pernikahan, dengan proporsi sebanyak 77% responden
Proporsi pemimpin perempuan di Indonesia terus meningkat, dari 22,32% pada 2015 hingga mencapai 35,02% pada 2023
Persentase perempuan yang pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual turun dari 20% pada tahun 2021 menjadi 18,4% pada tahun 2024
Survei GoodStats membuktikan bahwa indeks optimisme perempuan lebih besar daripada laki-laki, dengan nilai 5,55 banding 5,45
Survei GoodStats mencatat sebanyak 52,6% publik optimis terhadap perwujudan kesetaraan gender
Jakarta memimpin indeks pembangunan gender pada 2024 dengan skor 95,56
BPS mencatatkan Indeks Ketimpangan Gender di Kota Bukittinggi sebesar 0,080, menjadikannya sebagai daerah dengan IKG terendah pada 2024
Pada tahun 2024, perbedaan IPM laki-laki dan perempuan Indonesia semakin kecil, hanya terpaut 5,92 poin
Dalam 6 tahun terakhir, keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif belum mencapai minimal 30% sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017
Upah laki-laki selalu lebih besar dibanding perempuan mulai tahun 2020 sampai 2024. Tingkat Kesenjangannya berkisar pada 19%-29%
Tidak hanya jumlah kasus, korban kekerasan anak di Indonesia juga terus meningkat, dan anak perempuan jadi korban paling banyak
Pernikahan usia di bawah 18 tahun pada perempuan Indonesia mencapai 5,90%. Sejumlah provinsi tercatat masih memiliki angka yang jauh di atas rata-rata nasional
Selain kesiapan mental, stabilitas finansial, kesiapan fisik, lingkungan yang aman dan nyaman, dan pengetahuan soal pola asuh jadi pertimbangan penting
Berbagai tantangan mulai dari kelelahan dan kurang tidur hingga menjaga hubungan dengan pasangan dihadapi oleh ibu-ibu Indonesia pasca melahirkan
Guru Besar UNAIR menjelaskan perubahan peran perempuan di masyarakat dan kurangnya lelaki mapan menjadi salah satu faktor tren pernikahan di Indonesia menurun
Tiga provinsi tertinggi dengan jumlah kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan didominasi oleh provinsi yang berada di Pulau Jawa
KemenPPPA mengungkapkan pembatasan aktivitas oleh pasangan masih menjadi jenis kekerasan dengan prevalensi sebesar 30,3% di tahun 2024
Kekerasan berbasis gender mengalami peningkatan di tahun 2024, berikut pemetaan karakteristik, bentuk, dan wilayah terjadinya
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook