Preferensi Cara Kerja Publik Global, 39% Pilih Kerja Sendiri
Rata-rata 39% responden dari berbagai industri menghabiskan waktu dengan bekerja sendiri
Rata-rata 39% responden dari berbagai industri menghabiskan waktu dengan bekerja sendiri
Lebih dari setengah responden global bekerja secara tradisional di kantor (WFO)
Indonesia harus puas berada di peringkat 12 se-Asia Pasifik
Bandung dan Medan kalahkan Jakarta dalam hal kemacetan pada 2024
Sering dianggap tenang dan damai, nyatanya masyarakat desa lebih rentan depresi dibanding warga perkotaan, bahkan hingga berujung bunuh diri
Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura cenderung protektif, sementara Malaysia dan Indonesia cenderung menentang
Lebih dari 70% responden ASEAN mengkhawatirkan konflik perbatasan Laut China Selatan
DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara jadi provinsi terkaya dengan PDRB per kapita tertinggi 2024
Tingkat Sekolah Dasar miliki akses listrik terendah dibandingkan semua jenjang
35,59% anak putus sekolah dasar berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
Tercatat sebanyak 7.671 kasus kejahatan dilaporkan di Kota Makassar, menjadikannya daerah dengan tingkat kriminalitas tertinggi di Sulawesi Selatan
Mayoritas responden menganggap isu pekerjaan, kesehatan, kemiskinan, dan edukasi penting untuk umat muslim
Indeks demokrasi liberal RI pada 2024 berada di posisi ke-4 ASEAN dan ke-94 global, jadi yang terburuk sejak awal abad ke-21
Tinder berhasil meraih 60 juta unduhan sepanjang 2024, menjadi aplikasi kencan online terpopuler di dunia
Dengan lebih dari 120 juta downloads, Google Maps jadi aplikasi perjalanan terpopuler 2024
Sejak pandemi berakhir, angka pelanggaran kebebasan berekspresi di Indonesia mengalami eskalasi yang cukup signifikan
Produksi HHBK Indonesia tahun 2024 mencapai 870.410 ton dengan PSDH mencapai Rp36,52 miliar
Supremasi hukum tersebut dinilai berdasarkan 8 faktor dengan 44 sub faktor di dalamnya
Naiknya tagar #SaveRajaAmpat memeroleh berbagai tanggapan dan emosi dari masyarakat digital
Hilirisasi nikel di Raja Ampat menjadi salah satu isu viral di berbagai lini media sosial. Tagar #SaveRajaAmpat bahkan kumpulkan 14,2 juta mention
atau masuk dengan akun media sosial