Indonesia Jadi Negara dengan Emisi Karbon Kebakaran Terbesar Dunia per September 2026
Indonesia mencatat emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan tertinggi di dunia pada periode 7–13 September 2026.
Indonesia mencatat emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan tertinggi di dunia pada periode 7–13 September 2026.
Taman Nasional menjadi kawasan konservasi dengan area kebakaran terluas sepanjang tahun 2000 sampai 2024, mencapai 531,98 ribu hektare.
Area terbakar terluas di Indonesia masih dipegang oleh Pulau Kalimantan, tembus hingga 37.66 ribu hektare sepanjang Januari sampai Juni 2026.
Kalimantan Barat mencatat luas karhutla terbesar pada 2026 dengan area terbakar mencapai 38.310,86 hektare.
Berdasarkan kajian CELIOS, Kalimantan Barat mencatat potensi kerugian ekonomi akibat karhutla terbesar, mencapai Rp5,77 triliun.
Kalimantan Barat mencatatkan area kebakaran lahan terluas yang mencapai 38,3 ribu hektare selama paruh pertama tahun ini.
Isu penanganan karhutla di Tiktok pada Agustus 2026 didominasi sentimen positif sebesar 38,9%, diikuti sentimen negatif 37,6%, dan netral 23,5%.
Isu penanganan karhutla di Instagram pada Agustus 2026 didominasi sentimen negatif sebesar 45,1%, diikuti sentimen positif 37,4%, dan netral 17,5%.
Isu penanganan karhutla di X pada Agustus 2026 didominasi sentimen negatif sebesar 61,2%, diikuti sentimen positif 21,5%, dan netral 17,3%.
Sebanyak 69,2% sentimen media online bernada positif terhadap penanganan karhutla, sementara 9,8% pemberitaan menunjukkan sentimen negatif.
Saham 10 emiten sawit di BEI melonjak hingga 52,74% selama 14 - 21 Agustus 2026, dipimpin JARR di tengah kebijakan B50 dan isu karhutla.
Hingga Mei 2026, jumlah kejadian bencana karhutla di Indonesia telah mencapai 119 kali atau 11,6% dari total 1.021 kejadian bencana secara nasional
Tren emisi CO₂ akibat karhutla di Indonesia dalam periode 2016–2025 menunjukkan pola yang fluktuatif, sejalan dengan dinamika luas kebakaran yang terjadi
Per Maret 2026, Kubu Raya (7.872 ha) jadi daerah dengan karhutla terluas di Indonesia, diikuti Ketapang (7.398 ha) dan Mempawah (4.962 ha)
Sepanjang Triwulan I 2026, luas karhutla di Indonesia sudah mencapai 55,3 ribu ha, hampir menyaingi besar Jakarta yang luasnya 66,1 ha.
Per Maret 2026, Kalimantan Barat (25,42 ribu ha) jadi provinsi dengan karhutla terluas di Indonesia, disusul Riau (8,55 ribu ha) dan Kepri (4,17 ribu ha)
Terus meningkat, jumlah kejadian karhutla berada di angka 177 peristiwa pada Juli 2025, terbanyak sepanjang 2025 menurut BNPB
Pulau Sumatra jadi sasaran utama si jago merah pada Juli 2025, dengan provinsi yang paling sering diserang adalah Riau dan Sumut
Pada Juni 2025, BNPB mencatat dua jenis bencana yang paling sering terjadi di Indonesia, yaitu karhutla dan banjir
Jawa Timur menjadi provinsi dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan terbanyak di tahun 2024, mencapai 104 peristiwa
atau masuk dengan akun media sosial