23% Pemuda Indonesia Merokok Setiap Hari
Demografi • 20 Desember 2025Sekitar 1 dari 4 pemuda Indonesia terjebak dalam kebiasaan merokok pada 2025
Sekitar 1 dari 4 pemuda Indonesia terjebak dalam kebiasaan merokok pada 2025
Sekitar 3 dari 10 pemuda Lampung merokok, tertinggi dibanding provinsi lain pada 2025
Di samping itu, 75% lansia tidak pernah merokok, 2,21% merokok tapi tidak setiap hari, dan 1,68% sudah berhenti merokok
Negara-negara ASEAN jadi tujuan utama ekspor rokok kretek Indonesia, terbanyak ke Vietnam (US$31,39 juta)
Pengeluaran masyarakat Indonesia untuk makanan siap saji mencapai Rp248.501 dalam sebulan, tertinggi dari komoditas makanan lain
Sebanyak 84,58% pemuda Bali tercatat tidak merokok, sebuah sinyal positif menuju gaya hidup yang lebih sehat
Bali jadi provinsi paling bebas perokok, dengan persentase hanya 19,22% pada 2024
Lampung jadi provinsi dengan persentase penduduk di atas 15 tahun yang merokok tertinggi, mencapai 33,84%
Menurut data BPS, persentase perokok usia muda (18 tahun ke bawah) kembali naik pada tahun 2024, yaitu mencapai 3,68%
Meskipun relatif sedikit, persentase ibu yang merokok perlahan meningkat. Tahun 2024 mencapai persentase tertinggi di angka 0,91%
BPS mencatat 23,08% pemuda Indonesia mengonsumsi rokok dengan intensitas cukup tinggi, rata-rata 12 batang per hari
Pada tahun 2023, BPS mencatat sekitar 24,75% pemuda memiliki kebiasaan merokok tembakau, dengan rata-rata 11-12 batang rokok yang dihisap per hari
Meski menuai banyak kontra, survei Snapcart menunjukkan mayoritas orang Indonesia justru mendukung pemberlakuan kemasan rokok polos
Konstannya kebiasaan merokok remaja usia 15 tahun ke atas 10 tahun terakhir, dipengaruhi oleh pemasaran industri tembakau
Jambi merupakan provinsi dengan konsumsi rokok terbanyak. Rata-rata seorang perokok di Jambi bisa menghabiskan 128 batang rokok per minggu
Rata-rata pengeluaran per kapita makanan minuman jadi dalam seminggu di Indonesia mencapai Rp55.744, paling tinggi pada 2024
Rokok berada pada urutan kedua komoditi kebutuhan makanan dengan konsumsi tertinggi di 2024
Menurut WHO, Indonesia berada di peringkat ke-8 negara dengan persentase perokok tertinggi di dunia pada 2022, yaitu sebesar 38,2% dari total populasi
DI Yogyakarta menjadi provinsi pengguna rokok elektrik tertinggi di Indonesia, mencapai 9,6% di 2023
Sebanyak 56,5% masyarakat Indonesia pertama kali merokok pada usia 15-19 tahun, dan disusul oleh rentang usia 10-14 tahun sebanyak 18,4%
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook